Contoh Pelaksanaan Program Layanan Bimbingan Da Konseling Di Sekolah
Kartini Kartono (1996) menyatakan bahwa “perhatian itu merupakan reaksi umum dari organisme dan kesadaran, yang menyebabkan bertambahnya aktivitas, daya konsentrasi, dan pembatasan kesadaran terhadap satu obyek”. Berdasarkan pendapat kedua ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa perhatian dapat diartikan sebagai menaruh hati kepada seluruh anggota keluarga yang merupakan dasar pokok hubungan yang baik di antara anggota keluarga. Menaruh hati pada kejadian dan peristiwa yang terjadi di dalam keluarga berarti mengikuti dan memperhatikan perkembangan seluruh keluarga, lebih jauh lagi, mengarahkan seluruh perhatian untuk mencari lebih mendalam sebab dan sumber permasalahan yang terjadi di dalam keluarga juga terhadap perubahan-perubahan yang terjadi pada setiap anggota keluarga.

- Sebagai contoh, guru bimbingan dan konseling. Fasilitas untuk pelaksanaan program, kolaborasi dan. Urgensi layanan bimbingan dan konseling di Sekolah.
- Layanan BK di sekolah Selasa, 18 September 2012. Contoh program layanan BK PROGRAM KERJA DAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING. SMA BOPKRI 2 YOGYAKARTA.
Ada banyak faktor yang mempengaruhi perhatian orang tua, di antaranya adalah faktor kondisi individu yang bersangkutan, faktor tersebut dapat sangat mempengaruhi perhatian. Adapun faktor-faktor tersebut pada umumnya menurut Sayekti Pujo Suwarno (1994) adalah sebagai berikut: (a) Jasmani, keadaan jasmani orang tua yang terganggu, misalnya: sakit, lemah, lapar. (b) Rohani, keadaan rohani orang tua yang terganggu misalnya: terlalu banyak berpikir, kecewa, bingung, cemas dan sebagainya. (c) Kesibukan orang tua, kesibukan orang tua di luar rumah menyebabkan kurangnya perhatian terhadap anak sehingga anak kurang mendapat kasih sayang, kurang pengawasan dalam pergaulan. (deb) Ekonomi, masalah ekonomi keluarga sangat penting, keluarga dengan keadaan ekonomi yang cukup, sangat mempengaruhi orang tua dalam menarik perhatian anaknya, misalnya: memberikan sarana dan prasarana pendidikan, kebutuhan kesehatan, rekreasi dan sebagainya.
Sebaliknya keluarga dengan keadaan ekonomi yang lemah, akan kurang memberikan perhatian dalam hal memberikan sarana dan prasarana pendidikan, kesehatan, rekreasi. (age) Keutuhan keluarga, keluarga yang pecah atau berantakan akan mengakibatkan anak mengalami kebingungan serta tekanan psikis. (y) Lingkungan pendidikan, keluarga yang bertempat tinggal di lingkungan yang sebagian besar berlatarbelakang pendidikan tinggi, akan mempengaruhi perhatian orang tua terhadap anaknya agar kelak anak-anaknya dapat bersekolah sampai di perguruan tinggi, namun sebaliknya keluarga yang berada di lingkungan yang tidak mengenal pendidikan akan mempengaruhi orang tua untuk tidak menyekolahkan anaknya. (h) Kesadaran orang tua, kesadaran orang tua akan sangatmempengaruhi perhatian terhadap anaknya. Orang tua yang ekonominya mampu, sehat jasmani dan rohaninya, serta keadaan keluarga yang tentram, tetapi karena tidak ada kesadaran dari orang tua untuk memperhatikan anaknya, maka anak akan berkembang seadanya. Sebaliknya walaupun ekonominya kurang dan sebagainya, namun memiliki kesadaran yang tinggi dalam memperhatikan anaknya, maka anak akan terkontrol dan mudah diarahkan apabila terjadi penyimpangan. (h) Lingkungan sosial, keluarga yang jauh dari lingkungan pabrik industri akan berbeda perhatiannya terhadap anak dibanding dengan keluarga yang dekat dengan lingkungan pabrik atau industri.
Perhatian orang tua terhadap anaknya yang jauh dari pabrik atau industri biasanya kurang. Orang tua yang tinggal di kota cenderung lebih memperhatikan perkembangan anak dibandingkan orang tua yang tinggal di pedesaan. Perhatian orang tua, terutama dalam pendidikan anak sangatlah diperlukan. Terlebih lagi yang harus difokuskan adalah perhatian orang tua terhadap aktivitas belajar yang dilakukan anak sehari-hari dalam kapasitasnya sebagai pelajar dan penuntut ilmu, yang akan diproyeksikan kelak sebagai pemimpin masa depan. Bentuk perhatian orang tua terhadap belajar anak dapat berupa pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar anak, pemberian motivasi dan penghargaan serta pemenuhan kebutuhan belajar anak. Menurut Oemar Hamalik (2002) dengan mengutip pendapat Stikes Dorcy, menyatakan bahwa bimbingan adalah “suatu proses untuk menolong individu dan kelompok supaya individu itu dapat menyesuaikan diri dan memecahkan masalah-masalahnya.” Di dalam belajar anak membutuhkan bimbingan.
Manajemen bimbingan dan konseling di sekolah agar bisa. Petunjuk pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di. Layanan bimbingan dan konseling (program. CONTOH PROGRAM BK II. Memberikan bantuan di dalam melaksanakan program-program pendidikan lainnya di sekolah. Layanan bimbingan dan konseling.
Anak tidak mungkin tumbuh sendiri dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Anak sangat memerlukan bimbingan dari orang tua, terlebih lagi dalam masalah belajar. Seorang anak mudah sekali putus asa karena ia masih labil, untuk itu orang tua perlu memberikan bimbingan pada anak selama ia belajar.
Dengan pemberian bimbingan ini anak akan merasa semakin termotivasi, dan dapat menghindarkan kesalahan dan memperbaikinya. Bentuk lain dari perhatian orang tua adalah memberikan nasihat kepada anak. Menasihati anak berarti memberi saran-saran untuk memecahkan suatu masalah, berdasarkan pengetahuan, pengalaman dan pikiran sehat.
Nasihat dapat diberikan orang tua pada saat anak belajar di rumah. Dengan demikian maka orang tua dapat mengetahui kesulitan-kesulitan anaknya dalam belajar. Karena dengan mengenai kesulitan-kesulitan tersebut dapat membantu usaha untuk mengatasi kesulitannya dalam belajar, sehingga anak dapat meningkatkan prestasi belajarnya.
Orang tua terhadap anaknya biasanya lebih diutamakan dalam masalah belajar. Dengan cara ini orang tua akan mengetahui kesulitan apa yang dialami anak, kemunduran atau kemajuan belajar anak, apa saja yang dibutuhkan anak sehubungan dengan aktifitas belajarnya, dan lain-lain. Dengan demikian orang tua dapat membenahi segala sesuatunya hingga akhirnya anak dapat meraih hasil belajar yang maksimal. Pengawasan atau kontrol yang dilakukan orang tua tidak hanya ketika anak di rumah saja, akan tetapi hendaknya orang tua juga terhadap kegiatan anak di sekolah. Pengetahuan orang tua tentang pengalaman anak di sekolah sangat membantu orang tua untuk lebih dapat memotivasi belajar anak dan membantu anak menghadapi masalah-masalah yang dihadapi anak di sekolah serta tugas-tugas sekolah.
Sebagai pendidik yang utama dan pertama bagi anak, orang tua hendaknya mampu memberikan motivasi dan dorongan. Sebab tugas memotivasi belajar bukan hanya tanggungjawab master semata, tetapi orang tua juga berkewajiban memotivasi anak untuk lebih giat belajar. Jika anak tersebut memiliki prestasi yang bagus hendaknya orang tua menasihati kepada anaknya untuk meningkatkan aktivitas belajarnya. Dan untuk mendorong semangat belajar anak hendaknya orang tua mampu memberikan semacam hadiah untuk menambah minat belajar bagi anak itu sendiri. Namun jika prestasi belajar anak itu jelek atau kurang maka tanggung jawab orang tua tersebut adalah memberikan motivasi atau dorongan kepada anak untuk lebih giat dalam belajar. Dorongan orang tua kepada anaknya yang berprestasi jelek atau kurang itu sangat diperlukan karena dimungkinkan kurangnya dorongan dari orang tua akan bertambah jelek pula prestasinya dan bahkan akan menimbulkan keputusasaan. Tindakan ini perlu dilakukan oleh orang tua baik kepada anak yang berprestasi baik ataupun kurang baik dari berbagai jenis aktivitas, seperti mengarahkan cara belajar, mengatur waktu belajar dan sebagainya, selama pengarahan dari orang tua itu tidak memberatkan anak.
Dalam hal ini Bimo Walgito (1990) menyatakan bahwa “semakin lengkap alat-alat pelajarannya, akan semakin dapat orang belajar dengan sebaik-baiknya, sebaliknya kalau alat-alatnya tidak lengkap, maka hal ini merupakan gangguan di dalam proses belajar, sehingga hasilnya akan mengalami gangguan.” Tersedianya fasilitas dan kebutuhan belajar yang memadai akan berdampak positif dalam aktivitas belajar anak. Anak-anak yang tidak terpenuhi kebutuhan belajarnya sering kali tidak memiliki semangat belajar. Lain halnya jika segala kebutuhan belajarnya tercukupi, maka anak tersebut lebih bersemangat dan termotivasi dalam belajar.
Hal itu dapat diketahui bahwa dengan dicukupinya kebutuhan belajar, berarti anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya. Kebutuhan belajar, seperti buku termasuk unsur yang sangat penting dalam upaya meningkatkan prestasi belajar. Dengan dicukupinya buku yang merupakan salah satu sumber belajar, akan memperlancar proses belajar mengajar di dalam kelas dan mempermudah dalam belajar di rumah. Dan juga akan dapat meningkatkan semangat belajar bagi anak. Dengan demikian sudah sepatutnya bagi em virtude de orang tua untuk memperhatikan dan berusaha memenuhi kebutuhan belajar anak. Menurut Morgan dalam Sagala (2003), belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau pengalaman. Menurut Gagne dalam Sagala (2003), belajar adalah suatu proses di mana suatu organisme berubah perilakunya sebagai akibat dari pengalaman.
Sedangkan Garret dalam Sagala (2003) berpendapat bahwa belajar merupakan proses yang berlangsung dalam jangka waktu lama melalui latihan maupun pengalaman yang membawa kepada perubahan diri dan cara bereaksi terhadap perangsang tertentu. Kemudian Crow dalam Sagala (2003) mengemukakan bahwa belajar adalah upaya untuk memperoleh kebiasaan-kebiasaan, pengetahuan dan sikap-sikap. Marsun dan Martaniah dalam Sia Tjundjing (2000) berpendapat bahwa prestasi belajar merupakan hasil kegiatan belajar, yaitu sejauh mana peserta didik menguasai bahan pelajaran yang diajarkan, yang diikuti oleh munculnya perasaan puas bahwa ia telah melakukan sesuatu dengan baik. Suwarno (1997) mengatakan bahwa prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha suatu kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk simbol, angka, huruf, maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap anak didik dalam periode tertentu. Dari serangkaian penelitian yang dilakukan oleh Tata Eliestiana Dyah Armunanto (2004) menyimpulkan bahwa peranan orang tua dalam lingkungan keluarga yang terpenting adalah memberikan pengalaman pertama pada masa anak-anak, sebab pengalaman pertama merupakan faktor penting dalam perkembangan pribadi anak. Disimpulkan pula bahwa siswa yang mendapat perhatian baik dari orang tuanya mendapat prestasi belajar lebih baik dibanding siswa yang kurang mendapat perhatian dari orang tua.
Elcomsoft wireless security auditor full crack. It is a tool that is capable enough to determine the level of security of your wireless network by attempting to retrieve the passwords automatically which are applied by the clients or users. This security application software supports both WPA and WPA2. By using this comprehensive security tool you can recover the password from captured network data easily to make it more secure.
Perhatian orang tua memiliki hubungan positif dengan prestasi belajar anak di sekolah. “Motivasi ekstrinsik yang paling utama adalah dari orang tua atau keluarga. Hal ini dikarenakan semenjak kecil anak bersosialisasi, menerima pendidikan (pendidikan informal) pertama kalinya adalah di dalam keluarga, dan pendidikan yang diperoleh dalam keluarga ini merupakan pendidikan yang terpenting atau utama terhadap perkembangan pribadi anak. Belajar sebagai proses interaksi untuk mencapai tujuan akan lebih efektif, bila ditunjang dengan motivasi yang tinggi, baik yang berupa intrinsik maupun ekstrinsik, dan orang tua adalah hal yang signifikan dalam membangkitkan motivasi seseorang”. Dari beberapa keterangan di atas, dapat disimpulkan bahwa pengaruh perhatian orang tua sangat dominan terhadap keberhasilan belajar anak. Dengan kata lain bahwa perhatian yang diberikan orang tua terhadap anak, terutama dalam hal pendidikan dan belajarnya, memiliki hubungan dan pengaruh positif terhadap prestasi belajar yang dicapai anak di sekolah.
Dengan demikian, rasa bangga akan melingkupi perasaan anak, sehingga anak semakin bersemangat dalam menjalankan kewajibannya sebagai pelajar. Perhatian orang tua dalam pendidikan anaknya sangat diperlukan, sebab dengan memberi perhatian, orang tua dapat menolong anak untuk mengenali diri, mengembangkan potensi diri serta mampu mengatasi masalah-masalah yang timbul sehubungan dengan pribadinya sehingga kegiatan belajar anak dapat berjalan dengan baik. Dengan demikian diasumsikan bahwa prestasi belajarnya pun akan meningkat.
Prestasi belajar siswa tidak hanya dipengaruhi oleh orang tua tetapi juga yang berasal dari dalam diri siswa dan dari luar diri siswa. Siswa yang mendapatkan prestasi belajar rendah ada kemungkinan siswa tersebut kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya ataupun dipengaruhi oleh lingkungannya.
Salah satu faktor penyebab masalah yang kurang mendapatkan perhatian dari orang tuanya adalah pemberian bimbingan belajar. Untuk dapat mengentaskan masalah tersebut, perlu diteliti jenis masalah apa yang dirasakan siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah korelasional. Penelitian korelasional mengkaji hubungan antara variabel. Peneliti dapat mencari, menjelaskan suatu hubungan memperkirakan, menguji berdasarkan teori yang ada.
Arikunto (2006) menyatakan bahwa penelitian korelasi bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hubungan antara variabel yang diteliti. Pendekatan penelitian ini menggunakan Combination Sectional, dimana jenis penelitian yang menekankan pada waktu pengukuran atau observasi information variable independen dan variabel dependen hanya satu kali, pada satu saat. Metode analitik korelasi pada penelitian ini digunakan untuk mengukur hubungan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar siswa. Populasi adalah keseluruhan obyek penelitian baik terdiri dari benda yang nyata, abstrak, peristiwa ataupun gejala yang merupakan sumber data dan memiliki karakter tertentu dan sama (Sukandarrumidi, 2004: 47). Sedangkan menurut Arikunto, populasi adalah keseluruhan subjek penelitian.
Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada dalam wilayah penelitian (Arikunto, 2002: 108). Jadi, p opulasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMPN 27 Padang. Jumlah popuasi siswa sebanyak siswa kelas VII SMPN 27 Padang. Hasil pengolahan data tersebut akan dianalisis dengan menggunakan dua pendekatan yaitu:. Descargar geometry dash 2.0 en aptoide. Analisis kualitatif yaitu analisis information yang dijabarkan melalui pengamatan yang tidak berupa angka-angka. Maksudnya adalah dilakukan dengan cara menguraikan dalam bentuk kalimat kemudian direlevansikan dengan rujukan teori yang mendukung. Analisis kuantitaif yaitu analisis terhadap data yang berupa angka-angka dengan cara menggunakan statistik yang relevan dalam bentuk persentase.
Maka rumus yang digunakan adalah.